INGGRIS– Senin (16/06/14) surat kabar Inggris Independent mengutip perkataan dari seorang pengamat Inggris, Robert Fisk, bahwa kesepakatan Sykes Picot, yang membagi-bagi Timur Tengahmenjadi negara-negara kecil dan tunduk kepada barat semenjak Perang Duni I, telah mati dan selanjutnya akan mengkhawatirkan.Harian tersebut mencatat bahwa Walid Jumblatt, salah seorang petnggi Druze di Lebanon, mengabarkan kepada Robert bahwa pertempuran baru yang dilancarkan oleh jihadis sunni, yang berkuasa di timur dan utara Suriah serta tengah Irak, akan melenyapkan konspirrasi Sykes Picot.
Fisk menjelaskan bahwa Sykes Picot Eropa membagi Timur Tengah setelah runtuhnya Daulah Utsmaniyah yang menjadikannya negara-negara kecil. Ia menunjukkan bahwa Daulah Islam Irak dan Syam berperang untuk menghabisinya. Robert mensinyalir bahwa jatuhnya Mosul di tangan mereka akan menghilangkan batas jahiliyah tersebut.
Robert menambahkan, Arab dan Israel sangat mengetahui saat ini mungkin sangat mengerti perubahan sejarah dan politik. Ia menunjukkan bahwa pertempuran minggi lalu yang mengakibatkan terhapusnya peta Timur Tengah yang digariskan oleg barat.(voa-i)

Posting Komentar
Blogger Facebook Disqus